Sandro Rosell Terus Puji Xavi Hernandez

 

Sandro Rosell Terus Puji Xavi Hernandez – Presiden Barcelona Sandro Rosell melontarkan pujiannya kepada Xavi Hernandez. Wakil kapten klub Catalan itu dianggap merupakan salah satu gelandang terbaik yang dimiliki oleh bangsa Spanyol dan juga klubnya. Karena itu ia bisa disejajarkan dengan sejumlah legendaris Barca seperti Johan Cruyff dan Pep Guardiola.

Alasan Rosell mengutarakan pujian kepada sang wakil kapten penuh dengan tanda tanya, di kala sang pemain sempat mengungkapkan keraguannya untuk terus berkiprah di Nou Camp dan sempat memiliki hasrat untuk pindah ke klub lain, karena ia tidak mampu untuk gantung sepatu di tingkat atas bersama Barca.

Gelandang berusia 33 tahun itu total telah bermain sebanyak 700 kali di sepanjang karirnya bersama Barcelona dan telah mengantongi sejumlah trofi yang sudah tersedia di loker klub tersebut, sementara ia juga berambisi untuk menembus  penampilan lebih dari 100 bersama tim nasional Spanyol pada putaran final Piala Dunia mendatang, dan sejumlah gelar juga telah dikantonginya termasuk trofi dunia dan dua kali Piala Eropa dengan La Roja.

Dan Rosell, yang berbicara sebagaimana sang pemain memperoleh kepercayaan dengan menyabet penghargaan fair play oleh pendukung Blaugrana pada musim kompetisi lalu, mengungkapkan bahwa penghargaan itu merupakan salah satu bentuk pencapaian yang paling berharga dalam sejarah persepakbolaan Spanyol.

“Dengan angka yang sudah ditorehkan olehnya tentu tidak ada yang menyangsikannya lagi,” tegas Rosell. “Xavi merupakan salah satu yang terbaik dalam sejarah persepakbolaan Spanyol. Sebuah mitos yang membuat segala sesuatunya menjadi mudah.”

Kebanyakan pihak menganggap bahwa masa keemasan Xavi berada dalam bimbingan Pep Guardiola, kemudian saat presiden Joan Laporta masih menjabat di posisi itu dan juga Cruyff yang menjadi salah satu pencetus gaya permainan ala tiki-taka – di mana banyak pihak menganggap filosofi permainan itu dibawa oleh Cruyff ketika ia masih menjabat sebagai pemain di era 70-an.

Rosell dan Laporta adalah seorang kolega dekat dalam jajaran kepengurusan klub Barca, namun kini menjadi musuh dalam selimut, di mana Cruyff dan Guardiola konon berada di belakang kamp Laporta.

Sementara sang presiden saat ini mengatakan bahwa Xavi, bersama-sama dengan sejumlah rekan-rekannya seperti Andres Iniesta, Lionel Messi dan Sergio Busquets, dianggap merupakan pencetus gaya permainan mereka sendiri, ketimbang Cruyff dan Guardiola.

“Saya selalu menekankan, bahwa Xavi, Andres Iniesta dan Lionel Messi, dengan bantuan dari Busquets, merupakan salah satu pencetus dan penggagas permainan tiki-taka,” puji Rosell.

Tiki-taka bukanlah sebuah filosofi yang telah sejak lama menaungi permainan sepakbola Barcelona. Justru permainan tiki-taka merupakan ketiga pemain tersebut yang memilikinya, di tambah Sergio Busquets. Xavi yang pertama kali berperan besar dalam menerapkan permainan itu. Ketika ia sudah tidak berada di sini lagi, saya tidak tahu apakah gaya tersebut masih bisa dilanjutkan.”