Kagawa Yang Bersinar Di Piala Konfederasi

Kagawa - indobursataruhan.com

Berita Piala Dunia – Juergen Klopp, pelatih eksentrik Borussia Dortmund pernah mengatakan bahwa hatinya hancur melihat mantan pemain andalannya Shinji Kagawa bermain di sayap kiri dalam peran winger murni di Manchester United. Dia merasa Kagawa lebih efektif ditempatkan sebagai penyerang lubang, sebagai deep-flying striker. Yap, sebagai peran nomor 10.

Beberapa hari yang lalu dalam pertandingan yang luar biasa, bisa dikatakan pertandingan yang mendebarkan antara Jepang dan Italia di Piala Konfederasi. Kagawa yang bermain di sayap kiri tapi berperan sebagai pemain yang fluid dan beberapa kali bermain sebagai nomor 10.

Kagawa yang bermain bersama rekan sehatinya, Keisuke Honda dan Endo tampil sangat luar biasa dan sangat berani. Saya sampai tak tahu berapa kali komentator menyebut nama Kagawa dalam beberapa menit pembuka babak pertama. Kagawa dalam beberapa menit itu tampil sangat mendominasi, dialah kunci dominasi Jepang atas Italia, membuat tim samurai biru memimpin dua gol di menit ke 33. Walaupun gol pembuka berasal dari penalti yang bisa diperdebatkan – Buffon terlihat menyapu bola terlebih dahulu daripada kaki pemain Jepang – tapi gol kedua Kagawa sangat luar biasa. Satu-satunya pemain yang tampil luar biasa selain Kagawa di turnamen ini menurut saya adalah Neymar.

Saat mau menendang saya memutuskan melakukannya dengan kaki kiri. Saya berada di tempat yang tepat dan saya beruntung bisa mencetak gol, itulah komentar Kagawa mengenai golnya. Nampak kerendahan hati bagi pemain Asia ini. tendangan first time kaki kirinya berada tepat di pojok kanan Buffon, kiper yang pernah memangkan Piala Dunia tak memiliki cukup waktu untuk menangkis tendangan itu. Berita Piala Dunia

Tendangan dan gol yang luar baiasa diikuti dengan penampilan yang menakjubkan, setidaknya hal itu adalah tanda bagi fans Manchester United. Kagawa adalah penjelajah, tapi dia juga bisa bertindak cerdas dan efektif terhadap bola. Selalu bergerak dan menemukan ruang kosong dengan cerdik dia memiliki beberapa unsure Scholes dalam dirinya – menemukan ruang kosong diantara pertahanan lawan, menjadi seorang ninja kotak penalti dan mengetahui posisi kawan dengan baik – dia juga bisa melakukan drible secara efektif.

Meski dia tampil sangat baik di babak pertama dia juga melakukan sedikit kesalahan saat menerima peluang di babak kedua, sama dengan yang dilakukannya saat Manchester United sudah memastikan diri menjadi juara Liga Premier Inggris musim 2012-2013. Peluang yang gagal dia manfaatkan saat melawan Aston Villa bisa dibilang salah satu miss of the season tapi kegagalannya memanfaatkan peluang melawan Italia berdampak lebih besar, dia gagal menyamakan kedudukan.

Menurut saya dia pantas mendapatkan rating 9 dari 10 dalam pertandingan itu, satu-satunya kegagalan itulah yang harus membuat dia hanya mendapatkan nilai 9. Kreativitas Shinji di pertandingan itu membuktikan bahwa dia adalah pemain kreatif yang selama ini dibutuhkan oleh Manchester United setelah Paul Scholes pensiun.

Mantan pemain Manchester united, Alan Gowling pernah mengatkan kalau bukan hanya dia percaya bahwa di masanya nanti, Shinji Kagawa akan membuktikan dirinya sebagai pembelian yang lebih berdampak  bagi Manchester United. Mungkin terlihat sangat mustahil bagi beberapa orang yang tak memperhatikan permainan Kagawa dengan baik, apalagi melihat kontribusi gol yang dibukukan Robin van Persi di musim lalu. Namun bila David Moyes bisa memberikan jalan bagi talenta Shinji Kagawa seperti yang selama ini dilakukannya pada Seamus Coleman, Fellaini dan pemain muda Everton lainnya. Moyes tidak perlu menaruh Kagawa sebagai penyerang lubang dalam posisi sebenarnya, dia hanya perlu meniru yang dilakukan Zaccheroni, memberikan tanggung jawab kreatifitas serangan pada Kagawa. Bila hal itu terjadi, Manchester United siap membuat Jose Mourinho menangis. Berita Piala Dunia