Bursa Taruhan Indonesia Menunggu Kiprah Van Marwijk di Hamburg

Bursa Taruhan Indonesia Menunggu Kiprah Van Marwijk di Hamburg

Bursa Taruhan Indonesia Menunggu Kiprah Van Marwijk di Hamburg – Klub besar seperti Hamburger SV jelas tidak pantas berada di papan bawah klasemen. Klub ini tercatat sebagai satu-satunya klub yang ada di divisi utama sejak digulirkannya Bundesliga tahun 1963 silam. Hal ini tentu begitu ironis dengan peringkat mereka di klasemen sementara.

Adanya skuat yang ternama, sejarusnya Hamburg pantas bergema di kancah Eropa. Namun nyatanya, terakhir kali HSV bermain di liga Eropa yaitu pada empat musim silam. Sebetulnya Hamburger SV memulai musim dengan hasil yang menggembirakan. HSV berhasil menahan imbang Schalke dengan skor 3-3 di Veltins Arena.

Tapi hasil positif yang diraih di pekan pertama tidak berlanjut pada pekan selanjutnya. Selanjutnya Hamburg cuma satu kali menang dan menelan kekalahan tiga kali. Hasil tersebut akhirnya menempatkan mereka di papan bawah klasemen sementara. HSV menelan dua kekalahan antara lain dengan skor telak yaitu 1-5 ketika melawan Hoffenheim dan 2-6 saat melawan Borussia Dortmund.

Kekalahan diderita dari Borussia Dortmund menjadikan petinggi HSV memecat pelatih Thorsten Fink.  Fink adalah pelatih HSV keempat yang dipecat di tengah musim mulai tahun 2009 yang lalu. Hal ini merupakan indikasi tidak adanya stabilitas dalam tubuh HSV.

Akhirnya pada hari Selasa tanggal 24 September 2013 secara resmi pihak klub mengumumkan Bert van Marwijk menjadi pelatih baru. Pelatih dari Belanda tersebut menandatangai kontrak dengan durasi dua tahun. Tujuannya adalah mengangkat HSV yang ada di papan bawah.

Walaupun lebih dikenal sebagai pelatih Feyenoord serta pelatih timnas Belanda, namun Van Marwijk juga mempunyai pengalaman di Bundesliga. Dia pernah melatih Borussia Dortmund pada tahun 2004 hingga 2006. Dia berhasil membawa Dortmund finish di peringkat tujuh di klasemen akhir. Bagi klub yang terancam bangkrut, hasil ini merupakan pencapaian yang bagus.

Pengalaman tersebut sepertinya menjadi pertimbangan petinggi HSV. Dia mempunyai pengalaman untuk menangani klub di tengah kondisi yang krisis. Sementara itu, di Hamburg Van Marwijk akan melaksanakan tugas sulit yang lain. Dia akan berada pada situasi klub yang sangat tidak ideal.

Pemain yang tidak bermain maksimal. Pemain belakang tidak mempunyai koordinasi yang bagus yang membuat Hamburg kebobolan 17 gol hanya dalam enam kali laga. Hasil ini adalah hasil terburuk di Bundesliga.

Masalah di luar lapangan tidak kalah rumit. Petinggi klub tidak bersikap layaknya petinggi professional. Media dengan mudah mengakses rahasia klub. Bahkan Hans-Ulrich Klüver yang merupakan salah satu petinggi HSV nyaris adu jotos dengan petugas keamanan. Ditambah lagi masalah pribadi Rafael van der Vaart yang diekspose media setempat.

Kondisi yang ada di Hamburg dilihat oleh Van Marwijk sebagai tantangan. Van Marwijk lebih memilih HSV karena dia merasa jika HSV merupakan tantangan yang sesuai. Van Marwijk dituntut untuk menghadapi situasi di klub serta diharapkan bisa memberi penyegaran dalam taktik Bursa Taruhan Indonesia.